Cladeo House

Taman Surya III Blok H7 No :1
CENGKARENG - JAKARTA BARAT
PHONE : 021 545 9414 - 336 36168
Email : cladeohouse@yahoo.co.id

Nailpia Professional Nail Salon ( TAMAN SURYA III BLOK H7 NO.1 )

Untuk tampil cantik sekarang , tidak lagi hanya didominasi oleh wajah saja. Kuku juga bisa dihias agar kelihatan cantik, selain harus bersih.
Kini di TAMAN SURYA III BLOK H7 NO.1
CENGKARENG - JAKARTA BARAT telah hadir NAILPIA Professional Salon , yang menyediakan perawatan dan produk nail, hands dan feet untuk pria dan wanita.
Ruangan yang didesain dengan model minimalis, membuat pengunjung akan merasa lebih nyaman dan homey saat sedang melakukan treatment di ruang pedicure. Ditambah pelayanan yang ramah.
Service yang disediakan antara lain : basic manicure / pedicure , manicure / pedicure spa , nail extension acrylic system, nail extension gel system , nail art and design , 3 dimension design sculpture , 3 dimension illustration design, nail tip, nail accessories, nail painting dan body painting .







Rabu, 10 Juni 2009

Komodo Juga Punya Bisa Mematikan
Komodo (Varamus komodoensis Ouwen) merupakan kadal terbesar di dunia. Komodo dapat dijumpai di kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Penduduk yang tinggal di sekitar Pulau Komodo menyebut binatang ini ora. Makhluk langka ini menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun asing.
Kamis, 21 Mei 2009 | 21:55 WIB

MELBOURNE, KOMPAS.com - Selama ini Komodo dikenal garang dan punya gigitan mematikan karena kekuatannya. Sejumlah literatur juga menyebut mulutnya penuh bakteri sehingga memicu infeksi yang melumpuhkan korbannya.

Namun, hasil penelitian teranyar yang dipublikasikan dalam The Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa gigitan Komodo juga menyertakan bisa mematikan. Di dalam mulutnya terdapat kelenjar bisa yang terhubung dengan pembuluh di antara gigi-giginya.

Bisa tersebut mengandung zat yang menyebabkan tekanan darah turun dan beraksi seperti zat anti-koagulan (anti-pembekuan darah). Hal tersebut menyebabkan pendarahan tak berhenti dan korbannya akan mati lemas.

Analisis juga menunjukkan kalau gigitan Komodo ternyata tak sekuat perkiraan selama ini. Hasil simulasi menggunakan pemodelan komputer menunjukkan, kekuatan gigitan Komodo hanya seperenam gigitan buaya air tawar yang punya ukuran tulang tengkorak hampir sama.

Namun, dengan ukuran gigi yang besar, gigitan Komodo menghasilkan luka lebar dan dalam. Dengan cara demikian, bisa yang dihasilkan dapat menyerang lebih efektif ke aliran darah korbannya meski volume yang dikeluarkan sangat sedikit.

Itulah kesimpulan Bryan Fry dari Unit Riset Bisa Australia di Universitas Melbourne dan Christofer Clemente, ahli komparasi fisiologi dari Universitas Cambridge. Mereka dan timnya melakukan riset mengenai Komodo sejak 2006.

"Hal tersebut menggambarkan bahwa sistem bisa pada kadal dan ular mungkin berasal dari nenek moyang yang sama," tulis para peneliti dalam kesimpulannya.


WAH
Sumber : BBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar