Batu Alam Hadirkan Suasana Asri
Senin, 29 Juni 2009 - 13:59 wib
(foto: corbis).
MATERIAL batu alam pada hunian makin digemari. Rupanya, tren "back to nature" masih jadi favorit para arsitek. Bosan dengan rutinitas dan modernitas adalah salah satu penyebabnya.
"Alam adalah guru yang paling baik. Bimbingannya menuju kehidupan lebih berkualitas layak diterapkan. Dia juga indah, membuat lingkungan semakin asri dan menyejukkan," begitu kata Evelyn Tanoyo, salah seorang penggemar nuansa alam pada sebuah hunian.
Ya, pemilik toko batu alam "Nature Decoration" di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat, itu begitu mencintai alam. Rumah, sekaligus tokonya, bernuansa alami. Taman-taman rindang dikombinasi bebatuan di dinding, dibalut nuansa kayu di sekelilingnya. Gemercik air turut melengkapi aroma kebebasan di salah satu sudut rumahnya.
"Sejak muda saya sibuk dengan rutinitas sebagai wanita karier. Saya bosan, ingin menikmati kehidupan bebas seperti berada di puncak bukit," tutur Evelyn. Menurutnya, batu alam menjadi cara paling mudah untuk mendatangkan suasana asri selain memborong berbagai jenis tanaman.
Evelyn pun menerangkan bahwa aura yang diberikan batu alam sanggup melepas penat dari sebuah rutinitas. "Kesannya dingin, hingga semua batu alam dapat disesuaikan dengan gaya rumah apa pun, baik modern minimalis maupun rumah klasik," sebutnya.
Selain memberikan kesan alami, batu alam juga menumbuhkan kesan dinamis. Pada rumah bergaya Mediteranian, batu alam biasanya hadir lebih dominan di bagian eksterior. Lantai, dinding, tangga, serta taman biasanya diselimuti batu-batu alam.
"Warna khas dan tekstur yang sangat kaya membuat batu alam dimengerti. Batu alam bisa memberi nuansa lain. Tidak hanya secara psikologis, juga visual kepada pemiliknya," timpal Januarizkhan, pemilik toko batu alam "Wall Combination" di bilangan Kalimalang, Jakarta Timur.
Menurut Januarizkhan, kombinasi beberapa jenis batu alam dapat menghasilkan sebuah karya seni. Misalnya, dinding menggunakan kombinasi batu palimanan, batu yogya, dan batu candi. Pada bagian interior, batu alam bisa hadir di ruang makan atau ruang keluarga. Biasanya batu alam dihadirkan untuk mempermanis bagian taman dalam rumah. Atau sebagai material kamar mandi kering.
"Batu-batu ini memiliki kekhasan berbeda. Tergantung corak dan warnanya," sebut pengusaha yang menekuni bisnis batu alam sejak 1960 itu. Hiasan batu alam pun bisa ditambah dengan air mengalir. Kalau sudah begitu, suasananya akan menjadi seperti sungai yang mengalir.
Batu alam kini juga makin beragam. Dari penjelasan Evelyn di ketahui bahwa batu alam warna-warni juga indah untuk dekorasi rumah. Selama ini kita hanya mengenal batu alam berwarna kecokelatan, warna-warna alam yang serupa dengan warna tanah.
Batu alam berwarna-warni mulai merah, putih, kuning, hingga hijau dapat membedakan karakteristik sebuah gaya rumah. "Kalau yang limestone yellow bisa digunakan untuk rumah bergaya Mediteranian. Untuk rumah minimalis dapat memakai white grey atau white atau green. Jadi tetap minimalis tapi kesan dinginnya dapat," papar Evelyn.
Beragamnya batu alam yang kini banyak digunakan sebagai pelengkap dekorasi diakui arsitek Dwi Noviantoro. Dia menyebutkan batu alam yang semakin banyak variannya itu dipengaruhi batu-batuan yang semakin banyak datang dari luar negeri.
"Sebenarnya tidak ada tren khusus pada proses pemilihan batu alam. Yang perlu diperhatikan hanyalah bagaimana mengkombinasikannya dengan desain dasar dan keserasian dalam kombinasi," jelasnya.
Namanya bahan dari alam, maka untuk memasangnya pun harus memperhatikan langkah khusus. Agar batu alam tampil cantik, perhatikan pola pemasangan, finishing batu alam, proses pemasangan, serta perawatannya.
Pola pemasangan batu alam pun amat beragam. Namun, tidak semua batu alam dapat dipasang dengan pola yang sama. Hal ini disebabkan sifat fisik dan tekstur batu alam yang berbeda-beda. Mulai berbagai macam bentuk finishing hingga mosaik batu alam yang eksotis.
Finishing batu alam untuk dipasang juga sangat beragam. Mulai dibuat dengan mesin bubut, ada yang ditapah, carving, hingga ada yang diiris dengan cutting machine. "Hal utama yang harus diperhatikan dalam mengaplikasikan batu alam adalah perawatannya. Sebab, sering kali rentan lumut, makanya harus ada pelapis (coating)," sebut Dwi.
Meski demikian, coating tidak boleh dilakukan berlebihan dan hal ini tergantung selera pemiliknya. Tidak sedikit orang yang memilih tidak meng-coating batu alam demi mendapatkan nuansa yang lebih natural.
(Donny Apriliananda/Koran SI/uky)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar