Mengapa Wanita Lebih Mudah Terserang Migren
Apa penyebab penyakit ini lebih rentan dialami wanita dibandingkan pria? Kenali pemicunya!
Selasa, 7 Juli 2009, 08:57 WIB
Petti Lubis
|
Sementara migren klasik yang diderita oleh 15% penderita, biasanya didaului keluhan gangguan penglihatan di salah satu mata. Gangguan itu berupa aura yaitu terlihatnya titik-titik atau garis bergelombang mengambang, bisa juga berupa kilatan atau gelombang-gelombang cahaya. Gangguan ini bisa berlangsung 5 menit sampai 1 jam sebelum migren muncul.
Salah satu penyebab terjadinya migren adalah akibat menurunnya kadar serotonin (zat kimia pembawa pesan dalam otak). Perubahan kimiawi di otak ini membuat pembuluh darah di otak mengalami pelebaran yang umumnya terjadi di kepala bagian kiri. Karena itulah migren disebut juga dengan nyeri vaskular.
Lantas, mengapa jenis sakit kepala ini lebih sering diderita wanita dibanding pria? Women’s Health Interactive Headache Center (WHI Headache Center) menyebutkan bahwa 18% wanita mengeluh menderita migren, sementara pada pria hanya 6%.
Pada wanita, migren juga terjadi akibat perubahan hormon estrogen di tubuh. Jika kadar hormon estrogen dalam tubuh wanita menurun, maka kadar serotonin di otak pun ikut turun. Pada masa haid dan setelah melahirkan, kadar estrogen di tubuh wanita menurun.
Sementara pada saat kehamilan trimester pertama dan menjelang menopause, kadar estrogen berfluktuasi. Itu pulalah sebabnya mengapa sebelum masa haid, ketika hamil pada trimester pertama, setelah melahirkan dan selama masa perimenopause (menjelang menopause), wanita sering menderita migren.
Migren juga bisa dipicu oleh beberapa hal seperti kelelahan, terlalu banyak tidur, perubahan tekanan udara, berada di tempat yang tinggi (naik gunung, naik pesawat), kondisi stres, minuman (kopi berkafein, alkohol) dan nikotin dari rokok.
Bila hal-hal tersebut yang memicu, maka migren bisa diatasi dengan mengatur faktor-faktor pemicu ini seperti memperbaiki kebiasaan tidur (pergi tidur pada jam yang sama setiap hari); tidak merokok, mengurangi konsumsi kafein dan alkohol, berolah raga secara teratur; serta menjauhi stres dengan melakukan rileksasi.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar