Hati-hati, Stres Bisa Picu Obesitas!
Kenali pemicu stres sebelum dampaknya terlihat dari timbunan lemak di perut Anda!
Rabu, 15 Juli 2009, 14:29 WIB
Petti Lubis
| | (doc Corbis) | |
VIVAnews - Bagi orang yang tidak bisa meredam hasrat ngemil, tampaknya akan semakin sulit menahan godaan lapar saat mengalami stres. Jason Block, MD, peneliti Harvard, lewat tulisannya di The American Journal of Epidemiology, mengatakan stres adalah pemicu kenaikan berat badan, yang berujung pada obesitas.
Menurut Block, wanita lebih mudah stres dibandingkan pria. Pemicu stres pria umumnya seputar karier dan membayar tagihan. Sedangkan wanita lebih kompleks, pemicu stres mulai dari pekerjaan, hubungan asmara, membayar tagihan hingga urusan rumah.
Selama bertahun-tahun, stres menciptakan respon untuk pikiran dan kondisi fisik. Akibatnya bagi yang stres akan mengalami kesulitan tidur, malas berolahraga dan pola makan sembarangan. Yang bikin kondisi tubuh makin parah, makanan yang dikonsumsi biasanya junkfood dan santapan lain yang kaya lemak. Akibatnya, berat badan terus melonjak, yang lama-kelamaan menjadi obesitas.
Kortisol, hormon stres dikenal sebagai zat yang bisa menimbun lemak pun bisa jadi penyebab berat badan melambung. Yang pada akhirnya dapat mengakibatkan serangan jantung, diabetes melitus tipe 2, dan penyakit kronis lainnya.
Namun, jangan langsung makin stres setelah mengetahui penelitian ini. Melihat dampak dari stres ini bisa membuat Anda menyadari untuk mencoba meredam stres dan mulai bergaya hidup sehat. Jadi, tunggu apa lagi, ciptakan hidup Anda bebas dari stres dengan mengatasi pemicu stres.
• VIVAnew
Tidak ada komentar:
Posting Komentar