SEMARANG, KOMPAS.com — Petugas Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah kembali menemukan arca, lingga, serta sejumlah kayu dan tali ijuk kuno saat mengekskavasi petirtaan di Desa Derekan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Petirtaan yang diduga berasal dari abad ke-8 itu, Jumat (24/7) siang, mulai dibuka untuk umum.
"Lokasi temuan itu di bagian dalam petirtaan sisi selatan. Kami menemukannya Kamis petang menjelang akhir pekerjaan. Temuan kayu dan pasak itu menguatkan perkiraan bahwa petirtaan itu ada atapnya," tutur Andriyanto, petugas penggambaran Subkelompok Pemugaran Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah.
Temuan dua pasak itu berukuran sekitar 20 sentimeter. Satu di antaranya berbentuk sedikit lancip di salah satu sisi. Selain itu, ada pula lima potong kayu dengan ukuran bervariasi 20-40 sentimeter dalam kondisi lapuk. Tali yang ditemukan relatif masih kuat terbuat dari anyaman ijuk berwarna hitam.
Sementara itu, satu lingga yang ditemukan tingginya sekitar 40 sentimeter. Arca Ganesha setinggi lebih kurang 30 sentimeter dan burung berkepala manusia setinggi 30 sentimeter dengan bagian punggung berceruk untuk menaruh sesuatu. Selain itu, ditemukan pula potongan bagian badan arca setinggi 60 sentimeter yang berbentuk laki-laki dalam posisi berdiri dengan empat tangan. Potongan arca itu ternyata cocok dengan temuan sebelumnya yang hanya berupa bagian kaki dengan tinggi 40 sentimeter. (GAL
Tidak ada komentar:
Posting Komentar