Cladeo House

Taman Surya III Blok H7 No :1
CENGKARENG - JAKARTA BARAT
PHONE : 021 545 9414 - 336 36168
Email : cladeohouse@yahoo.co.id

Nailpia Professional Nail Salon ( TAMAN SURYA III BLOK H7 NO.1 )

Untuk tampil cantik sekarang , tidak lagi hanya didominasi oleh wajah saja. Kuku juga bisa dihias agar kelihatan cantik, selain harus bersih.
Kini di TAMAN SURYA III BLOK H7 NO.1
CENGKARENG - JAKARTA BARAT telah hadir NAILPIA Professional Salon , yang menyediakan perawatan dan produk nail, hands dan feet untuk pria dan wanita.
Ruangan yang didesain dengan model minimalis, membuat pengunjung akan merasa lebih nyaman dan homey saat sedang melakukan treatment di ruang pedicure. Ditambah pelayanan yang ramah.
Service yang disediakan antara lain : basic manicure / pedicure , manicure / pedicure spa , nail extension acrylic system, nail extension gel system , nail art and design , 3 dimension design sculpture , 3 dimension illustration design, nail tip, nail accessories, nail painting dan body painting .







Selasa, 30 Juni 2009

Sebut David Bunuh Diri, Shasi Nathan Dipecat

Sashi adalah kuasa hukum keluarga David selama persidangan di Singapura.
Selasa, 30 Juni 2009, 16:29 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Eko Huda S
David Hartanto Widjaja (Facebook Christov Wiloto)
Keluarga David Sesalkan Sikap Pemerintah Singapura

VIVAnews - Kuasa hukum keluarga David Hartanto Widjaja, OC Kaligis, menyatakan akan mencabut kuasa dari pengacara keluarga David di Singapura, Shasi Nathan. Pasalnya, Nathan menyebutkan bahwa David mati karena bunuh diri.

"Dia tiba-tiba bilang David mati bunuh diri. Ini ada apa? Kita akan mengganti pengacara, namanya Subrash Anandam, itu lawyer dari Singapura." kata OC Kaligis saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa 30 Juni 2009. David ditemukan tewas setelah jatuh dari gedung kampusnya, Nanyang University.

Kaligis menegaskan kematian David adalah murni pembunuhan. Menurut dia, pemerintah Singapura sengaja mengaburkan fakta-fakta dan menyatakan kematian David karena bunuh diri. "Ini case yang difabrikasi oleh pemerintah Singapura," kata dia.

Menurut OC Kaligis, kematian Dvid ada kaitannya dengan karya ilmiahnya. Sebagai juara internasional fisika, lanjut dia, Dvid mempunyai karya temuan yang sangat luar biasa. "Pemerintah Singapura tidak ingin David memiliki kekayaan intelektual seperti itu," kata dia.

Kecurigaan tersebut didukung dengan tidak diperbolehkannya pihak david untuk membuka laptop David. "Padahal kita bisa mendapatkan bukti-bukti dari benda-benda itu," kata dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar