Cladeo House

Taman Surya III Blok H7 No :1
CENGKARENG - JAKARTA BARAT
PHONE : 021 545 9414 - 336 36168
Email : cladeohouse@yahoo.co.id

Nailpia Professional Nail Salon ( TAMAN SURYA III BLOK H7 NO.1 )

Untuk tampil cantik sekarang , tidak lagi hanya didominasi oleh wajah saja. Kuku juga bisa dihias agar kelihatan cantik, selain harus bersih.
Kini di TAMAN SURYA III BLOK H7 NO.1
CENGKARENG - JAKARTA BARAT telah hadir NAILPIA Professional Salon , yang menyediakan perawatan dan produk nail, hands dan feet untuk pria dan wanita.
Ruangan yang didesain dengan model minimalis, membuat pengunjung akan merasa lebih nyaman dan homey saat sedang melakukan treatment di ruang pedicure. Ditambah pelayanan yang ramah.
Service yang disediakan antara lain : basic manicure / pedicure , manicure / pedicure spa , nail extension acrylic system, nail extension gel system , nail art and design , 3 dimension design sculpture , 3 dimension illustration design, nail tip, nail accessories, nail painting dan body painting .







Rabu, 17 Juni 2009

Obama Sambut Netanyahu

Palestina Tidak Diberi Ruang untuk Berunding
Rabu, 17 Juni 2009 | 05:40 WIB

KAIRO, KOMPAS.com - Presiden AS Barack Obama, seperti dikutip harian Israel The Jerusalem Post dan Haaretz, Selasa (16/6), memandang pidato politik PM Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu malam sebagai jalan memulai lagi perundingan damai.

Obama juga meminta negara-negara Arab bisa berpartisipasi dalam perundingan itu. Menurut Presiden Obama, setiap kali PM Israel menyampaikan pernyataan, segera muncul reaksi negatif dari pihak lain. Demikian juga pernyataan pihak lain itu akan mendapat reaksi negatif di Israel.

Obama tidak menyebutkan arti dari ”pihak lain” itu. Namun, sejumlah analis di Israel mengatakan tanggapan Obama itu secara implisit bernada positif terhadap pidato politik Netanyahu, yang posisinya kini di atas angin. Tanggapan positif juga muncul dari Uni Eropa (UE).

Netanyahu, dalam wawancara dengan televisi CBS, mengatakan, dia telah membuka pintu perdamaian, awal terwujudnya negara Palestina. Netanyahu berharap Palestina dan dunia Arab bisa memberi respons positif.

Namun, pihak Palestina mulai cemas. Diduga, AS akan menekan Palestina untuk segera memulai perundingan damai dengan memanfaatkan sisi positif pidato politik Netanyahu versi AS.

Sangat aneh

Perunding senior PLO, Saeb Erekat, kepada harian Mesir, Al Hayat, mengatakan, sikap positif AS itu sangat aneh. ”Netanyahu tidak menyebut secara tegas solusi dua negara dan berdirinya negara Palestina di atas tanah dengan perbatasan tahun 1967. Netanyahu juga secara tegas menyatakan seluruh kota Jerusalem menjadi ibu kota abadi negara Israel. Ini berarti tidak akan ada negara Palestina,” papar Erekat. Palestina, dengan perbatasan 1967, meminta Jerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Otoritas Palestina meminta AS memegang sikap semula yang meminta Israel menerima solusi dua negara dan menghentikan pembangunan semua jenis permukiman Yahudi.

Erekat telah mengontak AS, UE, Rusia, PBB, dan sejumlah negara Arab untuk menyampaikan bahwa Netanyahu tidak memberi ruang untuk perundingan. ”Netanyahu tidak menginginkan kota Jerusalem dibahas. Hak kembali pengungsi Palestina dan pengaturan keamanan seperti tertera pada peta perdamaian tahun 2003 sudah terkunci,” kata Erekat.

Profesor ilmu politik dari Universitas Birzeit, Ramallah, George Gagman, menyatakan, jika otoritas Palestina berunding dengan menuruti pidato politik Netanyahu, berarti Otoritas Palestina alami kekalahan besar.

Menurut Gagman, AS, Uni Eropa, Israel, dan Arab membutuhkan otoritas Palestina untuk mengimbangi Hamas. ”Kebutuhan akan keberadaan Otoritas Palestina justru menjadi kekuatan otoritas. Karena itu, Otoritas Palestina harus memanfaatkannya dengan menolak berunding,” lanjut Gagman.

Presiden Mesir Hosni Mubarak, seperti dikutip harian Al Ahram, menyatakan, pidato politik Netanyahu hanya membuat persoalan semakin rumit dan membuyarkan perdamaian saat ini. ”Tidak akan ada orang yang mau menerima itu, baik di Mesir maupun lainnya.” (mth

Tidak ada komentar:

Posting Komentar