Hindari Membentak Si Kecil
Cara ini justru bisa timbulkan efek negatif pada perkembangan sikapnya.
Rabu, 17 Juni 2009, 09:52 WIB
Petti Lubis, Mutia Nugraheni
| | (doc. Corbis) | |
VIVAnews - Saat buah hati sedang berulah, dan kita tidak cukup sabar menghadapinya, sering sekali kita berteriak sambil marah. Padahal dengan kita membentak belum tentu ia memperbaiki sikapnya. Karena, suara kita terdengar tidak jelas dan malah pesan yang ingin kita sampaikan tidak dimengerti si kecil.
Sering membentak si kecil juga menimbulkan efek yang tidak baik pada perkembangan sikapnya. Ia bisa meniru Anda dan akan berteriak sesuka hati baik kepada Anda maupun orang-orang disekitarnya. Tentunya Anda tidak ingin si kecil bersikap demikian. Untuk itu sebaiknya hindari berteriak pada si kecil meskipun Anda sedang marah padanya.
Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memperingatkan anak tanpa harus membentak dan berteriak. Jika si kecil mulai berulah, posisikan diri Anda setinggi anak Anda kemudian lihat matanya. Bicarakan baik-baik dengan si kecil kalau sikapnya tidak baik dan harus diperbaiki. Ajarkan bagaimana seharusnya ia bersikap. Cara ini lebih mengena pada si kecil dibandingkan Anda berteriak untuk memperingatkannya.
Jika cara tersebut tidak berhasil dan malah membuat ulah si kecil semakin menjadi-jadi, mau tidak mau Anda harus memberikannya hukuman. Minta ia duduk di pojok hukuman selama beberapa menit, hingga emosinya dan Anda turun. Kemudian baru bicara baik-baik padanya, jangan lupa untuk mengungkapkan rasa sayang Anda padanya.
Tekankan sampai tiga kali bagaimana seharusnya ia bersikap. Penelitian menunjukkan seseorang akan menanggapi serius sebuah peringatan jika disampaikan minimal tiga kali. Tanyakan juga alasan mengapa ia berulah, dengan begitu Anda bisa mengetahui penyebabnya. Si kecil pun merasa dihargai dan didengarkan pendapatnya.
• VIVAnews
Tidak ada komentar:
Posting Komentar